Rabu, 20 April 2016

The Cube of Eden

"Ah sial ! kenapa jadi begini ? dimana kubus itu? " tanyaku pada sekawanan pembunuh yang saat ini kujadikan sebagai prajurit ku .
   Aku  lalu  segera  memerintahkan  pasukan  ku  untuk  menyerang  kerajaan  seberang , tepatnya  kerajaan
   San Fiero . Aku  mengerahkan  pasukan ku  sebanyak  1000  ahli  pedang  dengan  mengendarai  kuda ditambah  lagi  dengan  perisai .
   Segera  ku  berlari  mengendarai  kuda  memimpin  pasukanku  di  depan .
     "Ingat ini ! akan ku balas kau karena telah membunuh rajaku! " ku letakkan senapanku ke punggungku ketika ku isi penuh amunisi senapan ini.
     " Argh!!!" serangku  menghunus  pedang   ke  salah  satu prajurit  dari  kerajaan  San Fiero  dengan pedangku  yang   sangt  tajam. Ku  paksa  pasukanku  untuk  mendobrak  pintu  dari  kerajaan  San Fiero yang  amat  besar.


******
   Kisahku  berawal  saat  aku  berusia  19  tahun . Aku  tinggal  di  sebuah  desa  dekat  dengan  kerajaan Monteriggioni . Saat  itu  aku  tinggal  dengan  majikanku  beserta  keluarganya . Iya  aku  memanglah seorang  budak  dari  keluarga  itu , aku  dipaksa  terkadang  aku  disiksa  oleh  mereka .
   Suatu ketika mereka sedang menyiksaku dengan pecutan yang tak manusiawi ,  ada sekelompok orang yang tak ku kenal datang menghampiri kami di tengah majikanku yang sedang menyiksaku. Aku pun terkeju bukan main saat melihat mereka , karena pakaian mereka yang kulihat sepertinya dari Istana.
   
    "Berapa harga budak ini tuan?" tanya seseorang yang terlihat seperti raja itu kepada majikanku dan aku hanya bisa terdiam melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
    "Apa kau ingin membeli budak ku ini yang mulia ?. Baiklah , aku menjualnya seharga 1000 dinar yang mulia" jawab majikanku dengan hormat.
    "Hmm.. baiklah. Prajurit! tolong berikan orang ini sekantong 1000 dinar " perintah yang mulia kepada salah satu prajuritnya.
    "Baiklah yang mulia" sahut prajurit itu dengan hormat.
Prajurit itu lalu mengambil sekantong 1000 dinar dari kereta kudanya, lalu ia memberikan 1000 kantong dinar itu pada majikanku.
    "Ini , terimalah tuan" ucap sang prajurit kepada majikan ku.
    "Terima kasih yang mulia. Ini ambillah anak ini". papar majikanku kepada sang Raja sambil melepaskanku. 

 Lalu aku dipersilahkan masuk ke dalam kereta kuda oleh sang Raja yang sedang duduk di dalamnya.
     "Terima kasih yang mulia ". ujarku pada sang Raja.
     "Hei nak! siapa namamu?". tanya sang raja kepada ku saat ku memasuki kereta kuda itu.
     "Nama ku Leonardo yang mulia ". jawabku sedikit bingung , karena aku tidak tau mau kemana aku dibawa.
    "Tunggu yang mulia ... aku mau dibawa kemana?". tanya ku keheranan.
    "Tenanglah nak ! sebentar lagi kita akan sampai di Istana Monteriggioni ". pita sang raja sambil menenangkanku.


  Beberapa saat lagi , setelah lama dalam perjalanan , kemudian para prajurit membukakan gerbang yang besar itu dengan perlahan . Kami pun masuk kedalam istana itu, Istana Monteriggioni , tempat ini terlihat megah bahkan sangat mewah bagi semua orang pada abad ini, abad yang dimana peperangan antar kerajaan masih saja terjadi di tanah Eropa, tepatnya sekitar tahun 1500-an masehi ,

    "Jadi... apa yang harus kulakukan untukmu yang mulia?''.tanyaku yang mulia raja.
    "Kamu tidak perlu melakukan apapun untukku, kau cukup bergabung dengan perjuritku untuk ikut ke 
     medan tempur  . Namun sebelum itu , kau harus berlatih dengan beberapa prajuritku disana selama
     beberapa tahun ". tukas sang raja sambil menunjuk ke arah prajuri yang sedang berlatih.

Aku sejenak berpikir sebelum menerima permintaan raja itu karena dia telah menyelamatkanku dari penyiksaan yang terjadi padaku selama ini.

    "Baiklah yang mulia , aku akan menjalankan perintahmu. Tapi sebelum itu aku ingin bertanya , siapa
     nama  anda , dan apa yang terjadi dengan tanah Eropa ini sehingga membuatmu menyiapkan militer ini?".
tanyaku penasaran pada sang raja.
    "Oh. Jadi kamu belum tau nama Rajamu? kalau begitu biar aku memperkenalkan diri padamu .
     Namaku Edward van Lopez , panggil saja aku Raja Edward." . jawab sang Raja, beberapa saat kemudian dia menambahkan.
    "Jadi kamu mau tau apa yang sebenarnya terjadi dengan tanah Eropa ini? jadi begini .. dahulu ada
     sekelompok pemberontak yang telah membunuh seorang raja dari kerajaan San Fiero dan
     Monteriggioni menggelar sbuah perjanjian perdamaian , lalu terjadi penuduhan bahwa yang membunuh
     Raja itu dari kerajaan kami , akhirnya terjadi perpecahan antar Kerajaan Monteriggioni dan San Fiero
     yang awalnya damai tentram dan kini berubah menadi kacau balau yang mengakibatkan peperangan".
Raja Edward menjelaskan dengan lebar panjang. Sampai saat ini aku pun tidak mengerti apa yang dimaksud dengan yang mulia, mungkin suatu saat aku akan mengerti.

    "San Fiero?". dahiku mengerut karena aku masih belum paham juga.

Akupun melangkahkan kakiku ke beberapa prajurit yang sedang berlatih , saat sampai disana lalu aku ditanya oleh salah satu dari mereka.
    "Hei nak? mau pedang untuk bertarung? ini ambillah!". prajurit itu melemparkan sebuah pedang padaku dan aku pun menangkapnya.
    "Aku harus mulai dari mana?". tanya ku pada prajurit itu saat aku kebingungan.
    "Mulailah dengan latihan dasar .". jawabnya padaku .
    "Hmm... baiklah , ayo kita mulai berlatih!" . seruku penuh dengan semangat pada prajurit itu.

******
10 Tahun Kemudian....
Aku saat ini yang sudah memiliki pengalaman dalam berperang . Aku dipanggil ke istana oleh Raja Edward dan aku diberikan tugas olehnya.
     "Leonardo , saat ini ku angkat kau menjadi pemimpin pasukan perang, tapi sebelum itu, kau harus
      melaksanakan tugas yang mungkin amat berat bagimu ". ucap Raja Edward kepadaku saat dia duduk di atas singgasananya.
     "Kalau untuk soal itu, aku yakin aku bisa melakukannya yang mulia, apapun itu".jawabku dengan rasa hormat.
     "Baiklah kalau kau sanggup, jadi begini. Kau harus mengarungi gurun pasir ke Arah timur dari Eropa ini,
      dan disana kau akan melihat sebuah kerajaan Kematian , ketika sampai disana , kau harus menemukan
      sebuah kubus yang bernama The Cube of Eden . Tapi kau harus berhati hati ,karena disana banyak penjaga di tempat itu".lanjut sang Raja.
      "Sebuah Kubus? The Cube of Eden?? seperti apa kubus itu?".tanyaku penasaran.
      "Kubus itu memiliki kode yang tak bisa kau mengerti dari coraknya, hanya saja kubus itu berkilauan". lanjut Raja Edward.
       "Apapun itu ,aku sanggup melakukannya yang mulia,baiklah besok pagi aku akan berangkat kesana
        yang mulia".
*****

Besoknya akupun menunggangi seekor kuda, tapi sebelum itu aku harus menyiapkan perlengkapan untuk dibawa saat diperjalanan, iya tidak semua barangku disini yang kubawa hanya senjata dan makanan yang diperlukan.

        "Hati-hati lah! kau harus jaga diri baik-baik!".
        "Iya ! itupun harus kulakukan".ucapku sebagai jawaban kepada Raja Edward.

Baru saja aku di awal gurun pasir ini aku sudah kewalahan.
        "Ah panas sekali siang hari ini!". mungkin aku tidak terbiasa dengan tempat ini, bahkan kantong air minumku kosong karena kuminum terus-terusan.

Tiba-tiba saja kudaku semakin melambat kemudian terhenti lalu terjatuh di atas pasir sialan ini.
        "Sialan ! kenapa harus mati sekarang? padahal sedikit lagi hampir sampai di Kerajaan
         Kematian!".bentakku marah pada kuda yang sudah mati ini.
Perjalan ini sedikit lagi sampai, hanya saja jaraknya yang masih sangat jauh bila aku berjalan kaki, mungkin berhari-hari.

*****
Sore hari menerpa ku saat ini , terik panas matahari juga mulai berkurang. Kini ku sudah sampai di depan gerbang kerajaan Kematian ini, aku saat ini sedang mengendap-ngendap di sebuah pohon, aku mengintai penjaga gerbang itu , jumlah mereka hanya ada 10 bila dilihat dari sini ,entah berapa banyak lagi jumlah mereka di dalam. Di arah barat aku melihat sebuah kereta kuda yang sedang melintas menuju ke Kerajaan itu, secara diam-diam aku masuk kedalam bagian belakang kereta kuda itu. Aku menunggu beberapa saat agar aku dapat masuk kedalam kerajaan itu. Saat sampai setelah beberapa meter jauhnya dari pos penjaga itu, aku langsung keluar dari kereta ini, kemudian aku menyamar menjadi warga kota ini walau aku terlihat membawa dua buah pistol begitu pula dua pedangku.
        "Hei ! kau yang disana , kemarilah!". seru seseorang dari belakangku yang ternyata seorang prajurit di kota ini.
        "Ada apa?". aku menghampiri orang itu dengan perlahan, kemudian aku menghunuskan pedang ku kearah tubuhnya dan menyergapnya.
        "Arrghh!!!!". dia berteriak kesakitan ,langsung kubunuh orang itu agar tidak ada orang yang tau, kemudian kutaruh mayatnya kedalam sebuah peti kayu lalu aku meniggalkan mayat itu.

Perjalananku menuju ke Istana itu tidak lama lagi akan sampai, aku langsung mencari seorang prajurit lagi untuk kubunuh, lalu kulucuti pakaiannya dan jadilah aku layaknya seorang prajurit untuk menyamar, karena hanya prajurit dan warga istanalah yang dapat masuk ketempat itu.

Aku mencari kubus itu sesuai yang kujanjikan pada Raja Edward. Ah! aku menemukan kubus itu ,terlihat kubus itu sangat berkilauan bagai kristal , hanya saja aku bingung bagaimana cara mendapatkan benda itu , sedangkan banyak sekali prajurit yang menjaga benda itu . Kulihat semua prajurit disekelilingku tidak banyak  yang ada didalam bangunan ini, hanya ada lima orang yang bertugas menjaga kubus itu.

Sepertinya  cukup mudah aku membunuh mereka semua, hanya saja butuh waktu untuk melakukan hal semacam itu. Baiklah , bagaimana kalau aku membunuh mereka satu persatu dari mereka.
        "Kraakkk!!!". aku menyenggol kotak ini.
        "Ada apa dibalik kotak mesiu ini?".heran prajurit itu karena ia mendengar suara yang disebabkan olehku agar dia mendekati ku.

Posting Komentar